Kang Masrukhan

Konsultan Spiritual

Pengasuh Asosiasi Parapsikologi Nusantara

 

www.masrukhan.com

 

Nama spiritualis muda ini singkat, Masrukhan. Dalam pergaulan sehari-hari, biasa disapa dengan panggilan "Kang Masrukhan". Sebutan "Kang" adalah sebutan khas santri di pesantren yang artinya Mas atau Kakak.

 

Secara formal, Kang Masrukhan adalah sarjana tarbiyah dari salah satu Universitas Islam Negeri di Jawa Tengah. Darah spiritualis mengalir dari kakeknya, Mbah Supardi yang merupakan penyembuh alternatif cukup dikenal masyarakat Demak, Jawa Tengah.

Bakat Masrukhan dalam bidang spiritual dan intuisinya sudah terlihat sejak usia belia, sehingga tidak jarak Masrukhan menjadi tempat bertanya teman-temannya yang sedang punya masalah.

 

Banyak orang dengan berbagai masalah telah dibantu oleh Kang Masrukhan dengan solusi spiritual-nya yang unik dan terbukti mujarab. Waktu kecil, ia tidak tahu bagaimana proses datangnya solusi kepadanya. Setiap ada orang yang berkonsultasi kepadanya, tiba-tiba terlintas dalam pikirannya suatu solusi. Solusi yang muncul bisa bermacam-macam, misalnya berupa amalan doa, cara bersikap atau bisa juga berupa benda bertuah yang cocok.

 

Pada usia remaja, ketika kesempatannya keluar rumah lebih banyak, Masrukhan memanfaatkan waktunya untuk mempelajari lebih dalam ilmu spiritual dari berbagai aliran, termasuk aliran Ilmu Hikmah yang mengkaji rahasia huruf dan ayat, Ilmu Kejawen yang memanfaatkan khodam, dan Ilmu Metafisika Modern yang menggunakan kekuatan pikiran serta ilmu supranatural lainnya. Dalam perjalanan hidupnya, Masrukhan sempat mondok selama kurang lebih 9 (sembilan) tahun di empat pesantren, yaitu:

  1. Ponpes Al-Muna yang di asuh oleh ahli sufi K.H. Masrukhin. Disinilah dia mendapatkan dasar-dasar ilmu agama dan ilmu hikmah.

  2. Ponpes Darul Khusna yang diasuh Kiyai Supriadi. Selama di Ponpes Darul Khusna, Masrukhan lebih banyak menimba ilmu agama.

  3. Pondok Pesantren Roudhotut Tolibin pengasuh K.H. Minan Zuhri.

  4. Pondok Pesantren Manarul Huda, yang diasuh oleh tiga Kiyai Karismatik yaitu K.H. Abdullah Khafidz, Kiyai Hamzah Nawawi, dan Kiyai Syaiful Hadi. Tiga Kiyai tersebut berdakwah dengan cara mengajarkan ilmu-ilmu hikmah agar banyak pemuda yang tertarik mengaji di pondok, dan kemudian dengan lembut para Kiyai akan membimbing muridnya agar memiliki akhlak islami. Oleh karena umumnya para murid dibekali "ilmu kanuragan" selama di pesantren, tidak heran bila masyarakat sering menganggap pesantren tersebut sebagai "gudang ilmu supranatural".

Selain menggali banyak ilmu agama dan Ilmu Hikmah dari pesantren, Kang Masrukhan juga belajar secara privat kepada beberapa guru tarekat dan ilmu hikmah, diantaranya:

  1. K.H. Mursidi asal Kudus.

  2. K. Noor Saliim asal Jepara.

  3. K. Abdullah Kholiq asal Jepara.

  4. K.H. Ahmad Basir asal Kudus.

  5. Mbah Noor Cholis asal Demak.

  6. K.H. Thohirin asal Jepara.

  7. Ustad Agus asal Kudus.

  8. Mbah K.H. Sa’roni Ahmadi asal Kudus.

  9. Habib Achmad asal Jepara.

  10. Dan spiritualis aliran islam kejawen keturunan Sunan Kalijaga yang tidak mau disebutkan namanya.

Kang Masrukhan mengaku, ia sangat menyukai dunia spiritual atau parapsikologi sehingga waktu luangnya banyak digunakan untuk mengasah kemampuan spiritual dan mengkaji ilmu supranatural. Atas dasar itulah Kang Masrukhan membentuk Asosiasi Parapsikologi Nusantara, sebuah badan non-formal yang mengaki fenomena-fenomena parapsikologi, baik dari sudut pandang pembuktian ilmiah maupun dari sudut pandang teori filosofis. Lembaga ini sekaligus menjadi wadah bagi Kang Masrukhan dan rekan-rekannya dalam menjalankan pelayanan spiritual kepada masyarakat.

 

Ketika ditanya kepada Kang Masrukhan memilih menjadi Konsultan Spiritual, ia menjawab "Saya hanya menjalankan peran yang diberikan oleh Allah. Setiap manusia itu kan menjalankan peranannya sesuai kemampuan dan keahlian masing-masing. Ada yang berperan sebagai arsitek, dokter, pengacara, pedagang, pengusaha, karyawan dan sebagainya. Saya merasa dititipi keahlian spritual oleh Allah, maka saya merasa terlalu egois apabila saya simpan pengetahuan saya sendiri. Makanya saya memberikan pelayanan kepada masyarakat."

 

Kang Masrukhan juga menjelaskan, apapun peran kita di dunia, selama itu baik dan berguna untuk banyak orang, maka terimalah peran itu sebagai jalan amal ibadah. Seorang dokter bisa beribadah dengan membantu pasien, pedagang bisa beribadah dengan jual-beli yang jujur, pengacara bisa beribadah dengan menegakkan keadilan dan seterusnya. Sedangkan Kang Masrukhan sendiri beribadah dengan memberikan layanan spiritual kepada orang-orang yang membutuhkan. Kalaupun ada mahar atau biaya yang perlu dukeluarkan, itu merupakan konsekwensi hidup di dunia yang mana kita membutuhkan biaya untuk menopang kehidupan di dunia ini.

 

Beberapa karya spiritual Kang Masrukhan bisa Anda baca di situs berikut: