Ritual Penarikan Mustika Segoro Kidul

Pengalaman Spiritual » Ritual Penarikan Mustika Segoro Kidul

Awalnya, sebagaimana rutinitas Kang Masrukhan pada malam jum’at, yakni berziarah ke makam-makam para waliyullah di tanah jawa. Saat itu tepatnya pada malam jum’at legi, beliau berziarah ke makam Sunan kalijaga di Kadilangu, Demak. Salah seorang waliyullah di tanah Jawa yang terkenal paling nyentrik dan sekaligus guru ghaib beliau.

 

Sekitar pukul 23.00 WIB, Kang Masrukhan berangkat dari kediamannya di Jepara, Jawa Tengah, dengan menggunakan sepeda motor kesayangan beliau. Dengan kecepatan yang lumayan tinggi, beliau menempuh perjalanan Jepara-Demak hanya dengan 30 menit. Sesampai di demak sekitar pukul 23.30 WIB, beliau tidak langsung berziarah ke makam kanjeng Sunan. Beliau sholat tahiyatal masjid dan berdzikir  dulu di masjid samping makam, sekaligus untuk menunggu waktu yang tepat untuk sowan atau bertemu kanjeng Sunan.

 

Tepat pada pukul 01.00 WIB, beliau baru masuk ke dalam area makam untuk sowan. Dalam sowannya tersebut beliau dikasih wejangan oleh kanjeng Sunan untuk memperdalam ilmu kesaktian beliau, Kang Masrukhan harus memperdalam ilmu aji kungkum di pantai parang Kusumo tepat di malam bulan purnama. Setelah selesai sowan, beliau kemudian ke mampir ke masjid Agung Demak untuk berdzikir dan mendekat diri pada sang pencipta jagad raya hingga menjelang subuh. Sejenak kemudian adzan subuh pun berkumandang, beliau berjama’ah sholah subuh dan setelah itu pulang ke jepara.

 

Tiga hari kemudian, datanglah waktu yang ditunggu oleh beliau, yaitu malam bulan purnama. Kang Masrukhan sudah mempersiapkan dengan matang untuk menyambut malam ini, dari tadi pagi beliau sudah berangkat dari kediamannya di jepara menuju Pantai Prang Kusumo yang terletak di daerah bantul, Yogyakarta. Pantai yang dikeramatkan oleh masyakat sekitar dan diyakini sebagai gerbang keraton segoro kidul. Keraton atau kerajaan sang ratu penguasa laut selatan.

 

Tiba di Pantai Parang Kusumo

 

Hampir menjelang magrib, akhirnya sampai ke pantai tersebut. Sambil menunggu waktu magrib untuk berbuka puasa, beliau mampir di sebuah warung makan di pinggir jalan karena saat itu Kang Masrukan sedang berpuasa.

 

Hingga tibalah saat yang beliau tunggu, tepat di malam bulan purnama, beliau berendam di pantai Parang Kusumo untuk memperdalam aji kungkum yang beliau miliki. Dengan diiringi suara gelombang air laut dan hembusan angin laut hingga menusuk sumsum tulang beliau karena saking dinginnya. Beliau tanpa gentar sedikitpun menyelupkan seluruh tubuh beliau ke dalam laut tanpa sebenang benangpun menempel di badan.

 

Saat itu, munculah beberapa keanehan. Ombak laut menjadi semakin besar menerjang tubuh beliau, aroma mistispun semakin terasa pekat. Bau dupa dan kembang tujuh rupa terasa menyengat hidung. Sejenak, beliau menyelupkan kepada beliau ke dalam air laut. Saat itu pula beliau seakan masuk ke keraton segoro kidul. Disitu, beliau sudah disambut oleh para abdi setia sang ratu yang mempersilahkannya untuk masuk keraton.

 

Kemudian beliau masuk ke dalam keraton segoro kidul tersebut, di dalam beliau sudah ditunggu oleh Kangjeng Ratu Roro Kidul. Kanjeng Ratu pun berkata, sudah cukup kamu menguji kesaktianmu disini, kalau kamu teruskan, bisa terjadi kekacauan di istanaku ini. Anggaplah ini sebagai hadiah dariku. Sambil Kanjeng ratu memberikan sebuah mustika nan cantik jelita. Sekarang, kamu bisa kembali ke alammu.

 

Kang masrukhanpun tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada Sang Ratu Penguasa laut selatan tersebut, dan kemudian kembali ke alam nyata dengan membawa sebuah mustika cantik dalam genggaman tangan kanan beliau.

 

Selanjutnya, beliau membawa mustika tersebut pulang ke kediamannya di Jepara, Jawa Tengah. Sesampainya di rumah, dengan kekuatan mata batin beliau, beliau melihat adanya Qodam ghaib yang dapat digunakan untuk menarik rezeki dan memiliki daya pengasihan tingkat tinggi. Dan kemudian, beliau menamainya Mustika Segoro Kidul. Sebab, Mustika ini beliau dapatkan dari pemberian Nyi Roro Kidul di Keraton Segoro kidul.

 

Setelah itu, Kang Masrukan melakukan semedi atau meditasi untuk menyerap energi murni yang bersumber dari alam semesta untuk dialirkan ke dalam mustika. Energi murni ini berguna meredam Qodam ghaib di dalam Mustika Segoro Kidul. Selain itu, juga dapat meningkat daya tahan tubuh serta kepekaan batin bagi siapapun yang memilikinya.